Target

Ayudilamar X FBLP

Fabric, thread

Variable dimensions


(ENG) The work began with the question "Who made our clothes?" Nowadays, ready-to-wear clothes are getting cheaper and cheaper, we can easily buy them and throw them away when we are bored. But cheap clothes, they have many hidden costs. The artist collaborated with several representatives from FBLP (Inter-Factory Labor Federation). As a designer, the artist knows that sewing is not easy. Everyday, workers sew hundreds of clothes at factories, but they can never afford to own the clothes they have made themselves. Everyday they are hounded mercilessly by the targets that they must meet, often without care for their needs to eat or go to the bathroom. They are complex people who are forced to become machines, they are the ones sacrificed for the cheap clothes we wear.

The artist wants to show her appreciation for the workers by making clothes designed specifically for them. She held a short design workshop with the workers and they talked about who they are, what their dreams, anxieties and strengths are, what they want to convey with the clothes. She also created outer vests, without sleeves, which represent the restrictions and entrapping conditions the workers are subjected to at the factories. The FBLP respresentatives also appeared as models-performers in the fashion show at the grand opening of Fashion ForWords. After they took off the vests, the audience saw the unique clothes, which were designed based on the individual worker’s desires. This is to affirm that, beneath their role as workers, they are people with unique personality and identity—this is an invitation to the public to get to know them as individuals and equals, valuable human beings.

(IND) Karya ini bermula dari pertanyaan "Siapa sih yang membuat pakaian kita?". Saat ini pakaian (ready to wear) semakin banyak, murah, dan mudah didapatkan sehingga seperti tidak berharga lagi, dengan mudah kita beli dan buang ketika bosan. Pakaian yang murah itu, apakah memang semurah itu nilainya?

Untuk menjawabnya, seniman berkolaborasi dengan beberapa perwakilan dari FBLP (Federasi Buruh Lintas Pabrik). Sebagai desainer, seniman menyadari bahwa menjahit itu tidak mudah. Selama ini kawan-kawan buruh membuat baju untuk kita, maka sebagai rasa apresiasi kali ini seniman yang membuat pakaian untuk mereka. Dari desain yang dibuat bersama terlihat identitas mereka, yaitu individu yang memiliki kepribadian masing-masing. Sebagai buruh, setiap hari mereka dikejar target tanpa peduli apa pun, mereka manusia kompleks yang dipaksa untuk menjadi mesin, mereka pulalah yang selalu menjadi target yang dikorbankan demi pakaian murah yang kita pakai. Maka marilah kita mengenal mereka, manusia yang bernilai.

 
Foto oleh Jin Panji dan tim

Foto oleh Jin Panji dan tim

Foto oleh Jin Panji dan tim

Foto oleh Jin Panji dan tim

01

Vera Ambarwati

(ENG) "The clothes that I make are simple and comfortable to wear, just like myself who is casual and not too feminine."

(IND) "Pakaian yang saya buat simpel dan nyaman dipakai, menggambarkan diri saya yang kasual dan tidak terlalu feminin."

 
Foto oleh Jin Panji dan tim

Foto oleh Jin Panji dan tim

Foto oleh Jin Panji dan tim

Foto oleh Jin Panji dan tim

02

Ririn


(ENG) "I want to look simple but sexy, I want to feel attractive and comfortable when wearing these clothes.”

(IND) "Saya ingin terlihat sederhana tetapi seksi, saya ingin merasa menarik dan nyaman ketika memakai pakaian yang saya buat."

 
FASHION FOR WORD (99 of 328).jpg
FASHION FOR WORD (95 of 328).jpg

03

Linda


(ENG) "I chose the color red because I have to be brave, and a beautiful butterfly because I have gone through many transformations."

(IND) "Saya memilih warna merah karena harus berani, dan kupu-kupu yang cantik karena saya sudah melalui banyak proses transformasi."

 
FASHION FOR WORD (81 of 328).jpg
FASHION FOR WORD (76 of 328).jpg

04

Nani


20 menit

"Bunga melambangkan hari lahirku, cantik ketika mekar dan harum walaupun pada malam hari."

 
FASHION FOR WORD (69 of 328).jpg
Foto oleh Jin Panji dan tim

Foto oleh Jin Panji dan tim

05

Bunda Sultinah

(ENG) "The red lines symbolize victory and success. Add yellow for brightness or enlightenment, and green for beauty."

(IND) "Nuansa garis merah adalah lambang kemenangan dan kesuksesan. Warna kuning untuk kecerahan. Warna hijau untuk keindahan."

 

06

Agus


(ENG) "Blue is my favorite color, and I can wear a shirt to all events, formal or casual, and batik for me symbolizes Indonesia's cultural diversity."

(IND) "Warna biru adalah warna favorit saya, kemeja adalah baju yang sangat bisa dipakai ke semua acara, entah formal atau santai, dan motif batik bagi saya adalah simbol keragaman budaya Indonesia."

 

07

Musnaini

(ENG) "My clothes are colorful, just like my life, which must also be colorful. Our differences will be far more beautiful if we can stand together, each of us will look more special."

(IND) "Baju saya penuh warna, seperti kehidupan yang juga harus penuh dengan warna. Perbedaan-perbedaan akan jauh lebih indah jika dapat berdiri bersama, akan terlihat lebih istimewa."

Eliza HandayaniComment